Selasa, 04 Oktober 2011

10 gitaris kartini Indonesia

Monopoli piawai alat musik gitar tidak
hanya dikuasai kaum pria. Di Indonesia pun kartini-kartini gitar banyak
terdapat. Bahkan diantara mereka kini bisa berkecimpung di dunia artis
dan memiliki band papan atas.Dan ini dia 10 gitaris wanita indonesia.

Berikut 10 kartini piawai gitar seperti :


1. PRISA RIANZI



Selain memiliki wajah cantik, gitaris bernama lengkap Prisa Adinda Arini
Rianzi ini menguasai permainan gitar di atas rata-rata. Musik bergenre
metal yang dihasilkan dari senar gitarnya merupakan hasil inspirasinya
dari band-band dunia yang difavoritkan, seperti God Forbid, Trivium, As I
Lay Dying, Killswitch Engage, Shadows Fall, Megadeth, Slayer, Unearth,
Lamb of God, The Black Dahlia Murder.

Gadis kelahiran Jakarta, 6 Januari 1988 ini pun sempat terpilih menjadi
gitaris Sheila On 7 sebagai additional player untuk promo album SO7 di
bulan Juli 2006, serta gitaris J-Rock untuk lagu Kau Curi Lagi pada
Agustus 2007. Perjalanan karirnya cukup menarik, apalagi di awal bermain
gitar, ia hanya berbekal les karena ingin mengalahkan temannya. Hingga
akhirnya Prisa berhasil, dan pada Juli 2008, ia merilis album solo
pertamanya bertajuk PRISA - bukan hanya sebagai gitaris tapi juga ikut
menulis beberapa lirik.


2. MITHA THE VIRGIN



Gadis bernama lengkap Cameria Happy Pramita ini lahir di Jakarta, 2
Januari 1986. Sejak beranjak remaja ia sudah menguasai gitar. Bahkan
saat masih SMP ia sudah mulai ngeband bersama teman-temannya. Mitha
sempat juga membentuk band bernama Million Sekarsari dan menggantikan
posisi Ayu Ratna di Garasi Band untuk sementara waktu.

Perjalanan karirnya cukup menjanjikan saat diambil Ahmad Dhani. Ia
didaulat menjadi gitaris The Rock versi Indonesia yang menjadi trigger
lonjakan karirnya. Sukses di The Rock, Mitha dipercaya membentuk grup
yang masih di bawah asuhan Dhani bernama The Virgin. Di sini karirnya
makin pesat hingga diambil untuk bernyanyi bersama Mulan Jameela di lagu
Cinta Mati II dan Cinta Fitri. Proyek Dhani lainnya yakni T.R.I.A.D.
juga mengambil Mitha sebagai gitaris.


3. TASHEA NICOLE DELANEY


 

Berawal dari kecintaannya mendengarkan band-band classic rock seperti
Led Zeppelin, Skid Row, hingga Motley Crue sejak kecil, Tashea jatuh
cinta pada suara gitar dengan warna metal. Gadis kelahiran Jakarta, 10
Juli 1988 ini pun belajar sendiri secara otodidak, dan akhirnya
mendirikan sebuah band bernama Painkiller pada 2003 dan meluncurkan
album indie. Gadis blasteran Texas-Medan ini juga telah menghasilkan
album kompilasi METALIK KLINIK 9. Pada tahun 2008, Tashea didaulat
menjadi mentor lagu berbahasa inggris milik band Radja, yang akhirnya
membawanya menjadi model video klip Sama-Sama Suka milik Ian Kasela dkk
dan terlibat dalam berbagai konser Radja.



4. CHUA KOTAK



 

Cewek kelahiran Makassar, 3 April 1988 ini sudah mulai mengenal dunia
musik sejak duduk di bangku SMP di kota kelahirannya. Gadis bernama
lengkap Swasti Sabdastantri yang akrab dipanggil Chua, makin mengibarkan
sayap ketika berkuliah. Ketika tampil di salah satu acara bersama band
kampusnya, Chua memikat hati seorang manajer band indie V-Mail - band
yang waktu itu dinaungi Mitha The Virgin. Ia kemudian direkrut V-Mail
dan tampil di beberapa acara.

Tak lama kemudian, karir Chua kian berkembang. Ia diangkat sebagai
bassist Kotak dalam pembuatan album kedua. Chua merupakan pembetot bass
ketiga Kotak setelah ditinggalkan Prinzes 'Icez' Amanda yang sekarang
menjadi personel T.R.I.A.D. dan Nissa Hamzah yang hijrah ke Omelette.


5. PRINZES 'ICES' AMANDA


 

Icez mengawali karirnya dengan mengikuti audisi bassis di The Dream
Band. Saat itu ia begitu yakin dengan bakatnya sebagai pembetot bass
yang memiliki skill di atas rata-rata. Performanya yang memukau
membuatnya meraih predikat sebagai bassis terbaik. Gadis kelahiran
Bandung, 8 Juni 1987 ini sempat menjadi bassis band Kotak dan akhirnya
diambil Ahmad Dhani sebagai bassis The Rock Indonesia.


6. DODO D'CINNAMONS


 

Bernama asli Diana Widoera, Dodo merupakan salah satu pendiri resmi D
Cinnamons pada 2004 lalu. Tidak hanya di gitar, Dodo juga berperan
sebagai vokalis. Suaranya yang berat tak sedikit membuat orang
terkagum-kagum. Apalagi dengan lantunan gitar akustiknya jika sudah
mulai bermain. Dodo bisa dibilang jadi salah satu gitaris plus vokalis
yang patut dilirik.



7. QOQO SHE


 

Nama lengkap cewek manis ini adalah Qotrunnada Fitriana. Kehadiran Qoqo
di SHE berawal dari pergantian Jesica Lindross yang harus mengikuti sang
suami ke Finlandia. Qoqo langsung dipercaya memegang gitar elektrik
dalam lantunan lagu-lagu apik SHE. Personel terbungsu tersebut mampu
memberikan nuansa rock pada grup musik ini yang membuat album kedua
mereka berwarna beda ketimbang sebelumnya. Banyak yang bilang juga kalau
Qoqo lebih garang ketimbang Jesica.


8. OPPIE ANDARESTA


 

Muncul di belantika musik tanah air dengan gitar dan suara merdunya,
wanita kelahiran Jakarta, 20 Januari 1973 ini langsung mendapat tempat
di hati pecinta musik. Lima album sudah ia hasilkan dari tahun 1993.
Perjalanan karirnya cukup mulus. Sayangnya, Oppie jarang terdengar lagi.
Terakhir di tahun 2009, ia 'hanya' meluncurkan satu single berjudul I'm
Single, I'm Very Happy. Single ini diluncurkan - tanpa album, sebagai
rasa prihatin Oppie terhadap maraknya pembajakan di negeri ini.



9. NISSA OMELETTE


 

Nama aslinya Tjut Faranissa Bachrumsyah. Bassist satu ini lahir di
Jakarta, 22 April 1989 dan tercatat sudah bergabung dengan
bermacam-macam band seperti Aria Grands, Telor Ceplok, Music School All
Stars, Kotak, hingga akhirnya bermuara di Omelette.

Awalnya, Nissa mengenal musik sejak masih balita. Maklum saja, sang mama
ternyata adalah salah satu personel Aria Band yang laris di TVRI di era
1980-an. Dari situ ia pun diarahkan untuk mengenal musik lebih jauh. Ia
diminta mendalami piano. Namun lama-kelamaan piano tidak membuatnya
jatuh cinta, dan akhirnya ia tertarik pada bass di kelas 6 SD. Seiring
karirnya, pada tahun 2005 akhir, Nissa ditawari Thomas Ramadhan di album
BASS HEROES yang di bawah asuhan Sony BMG - dan tampil di lagu Rush.


10. JOJO DRAVEN



Mungkin nama Jojo jarang dikenal di Indonesia. Maklum saja, penyanyi
berdarah Jawa ini lebih dikenal di luar negeri. Karirnya dimulai menjadi
keyboardis beberapa band rock, sebelum akhirnya pindah ke Amerika di
mana ia menimba ilmu musik di Musicians Institute in Hollywood,
California. Pada tahun 1996, gitaris bernama Josephine Soegijanty ini
bergabung dengan band cewek bernama Phantom Blue. Ia menggunakan nama
aslinya, Josephine, hingga akhirnya band itu bubar pada 2001.

Dan di Juni tahun yang sama, Jojo bersama penggebuk drum Linda McDonald,
vokalis Jenny Warren, bassis Melanie Sisneros, dan gitaris Sara Marsh
(mantan personel Bandit) membentuk sebuah tribute band bernama The Iron
Maidens. Ini adalah band tribute wanita satu-satunya di dunia kepada
Iron Maiden. Di sini ia menjadi Adrienne Smith, versi wanita gitaris
Iron Maiden, Adrian Smith. Prestasi yang dirainya yakni tiga Rock City
Awards sebagai Best Female Guitarist. Tahun 2005, Jojo meninggalkan The
Iron Maidens dan mengejar karir bersama suaminya, Danny Draven,
mengerjakan komposisi untuk score film.

How to become a guitarist with characters ?



Actually, no tips and tricks about this. The music industry is just like any other industry that is BUSINESS. A lot of musicians who do not know about this to cause them to fail in this tough industry. When a person has the intention of becoming a guitarist, they seemed to leave all of the lessons taught in school. Most of them are very focused on skill and forget the outside world and become anti-social. Lock myself in my room and searched his songs for hours it is okay but usually does not offset the social networking so that when it comes out of the room and showed skill, they do not know where to go.

In my opinion, the musician must be able to sell yourself .... yes, sell yourself, what was needed in this industry so that people notice that you are a talented guitarist who can play very fast. Oh, but what happens? When you are outside the room for hours mengulik songs, you find that so many guitarists like you, even faster than you. What will happen then? You will drown among the many guitarists and not hope that you will be recognized and stand out because you are only one of the many guitarists who play typical.


What would you do?


Hhmm ... might multiply the reference is one thing to be done. Open up your mind with a variety of music in this world. Try looking at the side of the music rather than skill. Just enjoy the music, not his image, because now we have a lot of musical image that is more influential than the music. For example, you do not want to hear the music dangdut for fear arguably cheesy (sorry, this is just an example only). Here, you are a victim of the pettiness of your own mind. You "see" music is not "hear" music.


The next thing you can do is probably self-introspection. Try you look in the mirror while playing the guitar, then ask yourself "actually, my style ya how is it?". It could also writes 10 pros and 10 deficiencies in your guitar playing. Here will be seen in fact, like what type of guitarist you are. Do you really great at tapping? Are you good at sweeping? Are you constantly in rhythm?


By looking at the advantages yourself, you will realize that you are someone with some advantages and you should begin to explore the advantages of this and not think too much about your shortcomings. Even if possible, make this your shortcomings as an excess. For example, you were very busy playing rhythm but weak in playing the lead. Take advantage of your rhythm it becomes surplus to play a beat and tempo and groove, forget it because you fill the lead guitar sucks ... yes, you lousy play the lead, so use your rhythm excess.


Remember, you are the product. A product must have a USP (Unique Selling Point) to get attention among the many products. USP was obtained from the research. When you're outgoing, you've done research. You will further notice if you have some advantages that are not owned by anyone else in the world of music. So, do as much research as possible and will see where you can fit-in and that is where you will be known as your unique. You will be different from other guitarists and has its own game character.

Bagaimana menjadi gitaris yang berkarakter ?




Sebetulnya, tidak ada tips and tricks mengenai hal ini. Industri musik adalah sama seperti industri lainnya yaitu BISNIS. Banyak sekali musisi yang tidak mengetahui akan hal ini hingga menyebabkan mereka gagal di industri keras ini. Ketika seseorang sudah berniat menjadi gitaris, mereka seolah meninggalkan semua pelajaran yang diajarkan di sekolahnya. Kebanyakan dari mereka sangat fokus ke skill dan melupakan dunia luar dan menjadi anti-sosial. Mengurung diri di kamar dan mengulik lagu selama berjam-jam itu sah saja tetapi biasanya tidak diimbangi dengan social networking sehingga ketika tiba saatnya keluar kamar dan memperlihatkan skill, mereka tidak tahu harus kemana.

Menurut saya, musisi itu harus bisa menjual diri…. ya, sell yourself, itulah yang dibutuhkan di industry ini agar orang notice bahwa anda adalah seorang gitaris berbakat yang bisa bermain sangat cepat. Oh, tetapi apa yang terjadi? Ketika anda sudah berada di luar kamar hasil berjam-jam mengulik lagu, anda mendapati bahwa sangat banyak sekali gitaris seperti anda, bahkan yang lebih cepat dari pada anda. Apa yang akan terjadi kemudian? Anda akan tenggelam diantara sekian banyak gitaris tersebut dan jangan harap bahwa anda akan dikenal dan menonjol karena anda hanya 1 dari sekian banyak gitaris yang bermain tipikal.
Apa yang akan anda lakukan?
Hhmm… mungkin memperbanyak referensi adalah salah satu hal yang bisa dilakukan. Bukalah pikiran anda dengan berbagai macam musik di dunia ini. Cobalah melihat dari sisi musik bukan skill. Nikmati saja musiknya, bukan image-nya, karena sekarang kita banyak sekali mendapati image musik itu lebih berpengaruh dari pada musiknya. Misalnya, anda tidak mau mendengar musik dangdut karena takut dibilang kampungan (maaf, ini hanya contoh saja). Disini, anda adalah korban dari pada kepicikan pikiran anda sendiri. Anda “melihat” musik bukan “mendengar” musik.
Hal berikutnya yang bisa anda lakukan mungkin adalah introspeksi diri sendiri. Cobalah anda berkaca sambil bermain gitar, lalu tanya pada diri sendiri “sebetulnya, style gue nih gimana sih?”. Bisa juga dengan menulis 10 kelebihan dan 10 kekurangan anda dalam bermain gitar. Disini akan terlihat sebetulnya, tipe gitaris seperti apa anda. Apakah anda sebetulnya hebat di tapping? Apakah anda jago sweeping? Apakah anda konstan dalam rhythm?
Dengan melihat kelebihan diri sendiri, anda akan menyadari bahwa anda adalah seseorang dengan beberapa kelebihan dan sebaiknya anda mulai semakin mendalami kelebihan ini dan tidak terlalu memikirkan kekurangan anda. Bahkan apabila mungkin, jadikan kekurangan anda ini sebagai kelebihan. Misalnya, anda ternyata sangat asyik bermain rhythm tetapi lemah dalam bermain lead. Manfaatkan rhythm anda itu menjadi kelebihan dengan memainkan beat dan tempo serta groove, lupakanlah mengisi lead gitar karena anda sucks… ya, anda payah bermain lead, jadi manfaatkanlah kelebihan rhythm anda.
Ingat, anda adalah produk. Suatu produk harus mempunyai USP (Unique Selling Point) untuk bisa mendapat attention diantara sekian banyak produk. USP itu didapatkan dari research. Ketika anda bergaul, anda sudah melakukan research. Anda akan semakin notice kalau anda mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki orang lain di dunia musik ini. So, lakukan research sebanyak mungkin dan akan lihat dimana anda bisa fit-in dan disitulah anda akan dikenal karena anda unik. Anda akan menjadi beda dari gitaris lain dan mempunyai karakter permainan sendiri.